Text
Bugiali: Sehimpun Cerpen
Bugiali tidak pernah berpikir sedikitpun akan mati. Seolah kepala gilanya tidak mengenal kematian. Itu membuat ia tidak takut makan apa pun pemberian orang. Menurut para warga, tidak ada untungnya orang membunuh Bugiali. Ia begitu miskin. Dan karena hal itu, banyak warga ingin hidup seperti Bugiali, tinggal dirumah 'yang penting bisa dijadikan tempat tidur'. Benar saja, para warga yang sangat yakin tidak ada yang akan membunuh mereka jika mereka miskin ini merasa sangat bahagia dalam kondisi mereka yang semakin melarat. Sedang Maq Kepaq memakan semua pemberian warga, termasuk makanan yang sangat takut disentuh oleh warga lain karena ia sangat ingin menemui istrinya.
| P20220044 | 82.32 ARI b | My Library (Klasifikasi 8) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain